Evaluasi Program: Sebuah Ikhtisar Singkat

Apa yang Dimaksud Evaluasi?

Apa yang dimaksud evaluasi? Istilah evaluasi secara umum merujuk pada langkah-langkah yang dilakukan untuk memberi nilai suatu objek. Dari istilah evaluasi terkandung beberapa prosedur dan standar yang digunakan untuk memberi nilai suatu objek. Prosedur dan standar tersebut harus telah disepakati terlebih dahulu dalam suatu komunitas atau kelompok masyarakat tertentu agar nilai yang diberikan terhadap suatu objek dapat diterima dan disepakati bersama.

Sebagai contoh, untuk memutuskan siswa dengan proporsi tinggi dan berat badan ideal yang dapat menjadi anggota tim basket sekolah digunakan beberapa prosedur dan standar yang ditetapkan pihak sekolah. Misalnya, standar alat ukurnya menggunakan mistar bukan depa/tangan untuk mengukur tinggi badan, dan timbangan badan untuk mengukur berat badan. Prosedur yang digunakan antara lain; mengukur tinggi dan berat badan siswa satu persatu, menuliskan tinggi dan berat badan siswa sesuai namanya, menentukan standar proporsi dan berat badan yang ideal, membandingkan hasil pengukuran, serta menetapkan siswa yang digolongkan mempunyai proporsi badan yang ideal. Dengan mematuhi prosedur dan standar yang ditetapkan sekolah, maka keputusan yang dihasilkan dapat diterima dan disepakati. Prosedur dan standar ini bisa berbeda dengan yang ditetapkan oleh sekolah lain.

Apa perbedaannya dengan beberapa istilah yang penggunaannya dimaksudkan untuk menjelaskan evaluasi, sebut saja test, pengukuran (measurement), penilaian (assessment), dan evaluasi (evaluation) itu sendiri? Pengukuran dimaksudkan untuk mendapatkan skor menggunakan alat/instrumen yang dapat berupa test maupun non test. Penilaian dimaksudkan untuk mendapatkan perbandingan di antara beberapa objek yang telah diukur, sedangkan evaluasi dimaksudkan untuk menetapkan suatu keputusan atas pengukuran dan penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa test, pengukuran, dan penilaian merupakan bagian dari evaluasi. Objek evaluasi pada ilmu sosial dapat berupa kebijakan ataupun program. Pembahasan dalam makalah ini lebih ditekankan pada evaluasi program, terkait definisi, karakteristiknya. Namun terlebih dahulu akan diuraikan sejarah perkembangan evaluasi secara singkat.

Sejarah Perkembangan Evaluasi Program

Pada awalnya evaluasi program muncul sebagai aktivitas ilmu sosial yang berupaya mengatasi berbagai permasalahan sosial yang muncul pasca Perang Dunia I. Aktivitas sosial bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat dengan fokus mengentaskan buta huruf dan program latihan kerja serta peningkatan kesehatan masyarakat untuk mengurangi tingkat kematian dan keterjangkitan akibat penyakit menular. Pasca Perang Dunia II, berkembang lebih banyak program seperti perencanaan keluarga, nutrisi dan kesehatan, dan pengembangan pedesaan. Pada akhir 1950an, program-program yang diluncurkan terkait pencegahan tindak kejahatan, pengobatan psikoterapi dan kecanduan, perumahan warga, kegiatan pendidikan, komunitas dan organisasi, dll. Kajian dilakukan tidak saja di negara maju, tapi juga di negara yang sedang berkembang, seperti keluarga berencana di Asia, nutrisi dan kesehatan di Amerika Latin, pengembangan lahan dan pemanfaatan agrikultural di Afrika.

Pada akhir 1960an, keadaan ideologi, politik, dan dinamika kependudukan telah merubah minat evaluasi program. Rossi, Lipsey, & Freeman, (2004:2) menjelaskan penerapan metode riset sosial ke dalam evaluasi program terjadi bersamaan dengan peningkatan dan perbaikan metode penelitian yang sejalan dengan perubahan ideologi, politik, dan dinamika kependudukan. Pada masa ini jumlah artikel dan buku yang membahas riset evaluasi meningkat drastis. Riset evaluasi tumbuh menjadi industri yang menarik. Pada awal 1970an, riset evaluasi muncul sebagai kawasan khusus di bidang ilmu sosial. Ragam buku yang terbit, termasuk tulisan kritis terhadap kualitas metodologi kajian evaluasi, dan diskusi tentang organisasi dan struktur riset evaluasi. Jurnal evaluasi pertama yang terbit adalah Evaluation Review yang diterbitkan oleh Sage Publications pada 1976. Pada periode ini kajian evaluasi secara khusus dipelajari di berbagai kelompok akademis dan praktisi. Asosiasi profesional khusus untuk para peneliti evaluasi didirikan.

Pada tahun-tahun awal, evaluasi dibentuk terutama oleh ketertarikan masing-masing peneliti sosial. Dalam perkembangannya para pengguna program mulai memberi pengaruh signifikan. Evaluasi kini menjadi kajian yang tetap dan berkesinambungan dengan dukungan dana dari pengambil kebijakan, perencana program, dan pelaksana program. Hasil-hasil evaluasi secara terus menerus memberikan informasi kepada warga, penyandang dana, pengambil kebijakan, dan mereka yang hidupnya terdampak, baik secara langsung atau tidak dari program-program yang diluncurkan (Rossi et al., 2004:9).

Definisi Evaluasi Program

Suatu program terdiri dari lima komponen penyusun, yakni: input, transformasi, output, umpan balik, dan lingkungan. Komponen program harus berinteraksi sebagai sebuah sistem agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Program mempunyai dua fungsi, yakni; fungsi internal, memastikan transformasi yang mulus dari input menjadi output yang dikehendaki; dan fungsi eksternal memastikan program senantiasa berhubungan dengan lingkungan untuk mendapat dukungan yang dibutuhkan dalam bertahan. Karenanya setiap program pasti merupakan sistem yang terbuka (Chen, 2005:3-5).

Gambar 1. Sistem dalam Program (Chen, 2005:4)

Gambar 1, memberikan gambaran jelas mengenai sistem dalam suatu program. Input berupa komponen masukan yang berasal dari lingkungan. Berupa sumberdaya seperti keuangan, teknologi, peralatan, fasilitas, personalia, dan pelanggan. Input diproses dalam transformasi. Di dalamnya terdapat perlakuan-perlakuan yang diupayakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Output adalah hasil dari transformasi. Lingkungan adalah kondisi yang berkaitan dengan konteks program, seperti keadaan sosial masyarakat, ekonomi, politik dan budaya. Adapun umpan balik adalah upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang timbul, yakni ketidaksesuaian output yang diharapkan. Di sinilah evaluasi program berperan.

Konsep evaluasi bagaikan tombak bermata dua, yang mempunyai dua arah namun saling mengikatkan diri pada satu makna. Secara gamblang Scriven menjelaskan: “Evaluation is the process of determining the merit, worth, and value of things, and evaluations are the products of that process” (Rossi, et.al, 2004:17). Dapat dilihat bahwa evaluasi selain sebagai proses juga sebagai produk/hasil. Sebagai proses, evaluasi harus memenuhi prosedur dan standar yang baik. Sebagai produk, evaluasi harus dapat memberikan sebuah keputusan/kebijakan yang memadai dan tepat sesuai tujuan yang diharapkan berdasarkan proses yang dilakukan.

Kebijakan dan program merupakan objek evaluasi pada bidang ilmu sosial. Sehingga penekanan evaluasi program tentu lebih cenderung sebagai suatu kajian ilmu sosial yang diarahkan pada kegiatan mengumpulkan, menganalisa, menginterpretasi, mengomunikasikan informasi mengenai hasil kerja dan keefektifan program-program sosial. Sebagaimana Chelimsky (Rist, ed., 1999:5), “program evaluation is the application of systemic research methods to the assessment of program design, implementation, and effectiveness”.  Oleh karenanya, kriteria dan standar keefektifan suatu program harus sudah dirumuskan dan ditetapkan terlebih dahulu sebagai dasar pengambilan keputusan/kebijakan sebagai produk akhir dari evaluasi. Hal ini dikuatkan oleh penjelasan Arikunto dan Jabar (2004:297) bahwa evaluasi program dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat keberhasilan dari kegiatan yang direncanakan.

Objek kajian yang berada di lingkup ilmu sosial inilah yang menyebabkan evaluasi program mengadopsi penggunaan metode riset sosial dalam pelaksanaannya, sebagaimana dinyatakan dalam Rossi, et.al (2004:16) bahwa; “Program evaluation is the use of social research methods to systematically investigate the effectiveness of social intervention programs in ways that are adapted to their political and organizational environment and are designed to inform social action to improve social conditions.” Evaluasi program menyajikan penyesuaian metode penelitian sosial sebagai sebuah praktek ilmiah dalam tugasnya mempelajari suatu rancangan, penerapan, pengaruh, dan keefektifan program yang ditujukan untuk menyelesaikan masalah dalam lingkup ilmu sosial, yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan manusia.

Evaluasi program dilakukan dengan beragam alasan praktis. Rossi, et.al (2004:2) menyebutkan alasan tersebut yakni; membantu pengambilan keputusan program mana yang harus dilanjutkan, ditingkatkan, diperluas, atau dibatasi; menilai kegunaan beberapa program dan inisiatif baru; meningkatkan keefektifan manajemen dan administrasi program; dan pertanggungjawaban kepada penyandang dana suatu program. Selain itu evaluasi program juga berperan dalam pengembangan substansi dan metodologi ilmu pengetahuan sosial.

Karakteristik Evaluasi Program

Suatu program merupakan seperangkat rencana yang melibatkan berbagai unit dan komponen yang berisi kebijakan dan rangkaian kegiatan yang terangkai secara sistematik dan harus dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Dalam kajian ilmu sosial, program merupakan kegiatan yang pada prinsipnya berkenaan dengan berbagai hal positif, mengatasi masalah sosial, atau meningkatkan kondisi sosial masyarakat. Secara lebih khusus, evaluasi program berada pada domain; (1) kebutuhan program, (2) rancangan program, (3) penerapan dan penyebaran layanan program, (4) pengaruh program, dan (5) efisiensi program (Rossi, et.al, 2004:18).

Cakupan domain evaluasi program secara jelas membedakannya dengan kegiatan riset. Suatu riset dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang sesuatu hal yang belum terungkap baru kemudian mendeskripsikannya. Oleh karenanya kegiatan riset membutuhkan rumusan masalah yang akan menuntun peneliti dalam bekerja. Sedangkan pada evaluasi program, deskripsi tentang kriteria atau standar tertentu telah didapatkan terlebih dahulu. Nantinya digunakan untuk membandingkan data yang terkumpul kemudian menetapkan suatu keputusan/kebijakan terkait program. Sehingga pada evaluasi program, kriteria dan standar kualitas suatu program menjadi acuan seorang evaluator dalam mengkaji program sesuai domainnya. Meskipun demikian, pengetahuan tentang metode riset sosial yang mumpuni tetap dibutuhkan dalam pelaksanaan evaluasi program. Hal ini terutama terkait pemilihan sampel dan kegunaan prosedur statistik, termasuk mampu mengelola pendanaan dan pengadministrasian yang memungkinkannya melakukan kajian evaluasi program pada skala besar dan lintas bidang.

Evaluasi program bukanlah kegiatan yang sekilas dilakukan, seperti memilih bahan bangunan, atau mengecek sebuah dokumen dengan program pengeja kata. Lebih dari itu evaluator haruslah memulainya sejak perencanaan hingga penyusunan program yang saling berkaitan, kemudian merevisi dan menyesuaikan rancangannya dengan kebutuhan. Bentuk dan luasan evaluasi tergantung sepenuhnya pada tujuan, khalayak, dan keadaan alami program yang hendak dievaluasi, serta konteks politik dan organisasi di mana evaluasi dilaksanakan (Rossi et.al, 2004:18).

Evaluasi program menyediakan prosedur yang sistematik untuk mendapatkan informasi terhadap keberlangsungan suatu program, sebagai langkah awal untuk menetapkan kebijakan/keputusan terkait program tersebut. Untuk melakukan evaluasi program hendaknya terlebih dahulu mengetahui kriteria dan standar yang telah ditetapkan sebagai tolok ukur keberhasilan suatu program. Dalam kajian ilmu sosial, program merupakan kegiatan yang pada prinsipnya berkenaan dengan berbagai hal positif, mengatasi masalah sosial, atau meningkatkan kondisi sosial masyarakat. Secara lebih khusus, kegiatan evaluasi program dilakukan berdasarkan lima domain yang hendak difokuskan, yakni ; (1) kebutuhan program, (2) rancangan program, (3) penerapan dan penyebaran layanan program, (4) pengaruh program, dan (5) efisiensi program.

Daftar Referensi

Arikunto, S., Jabar. (2004). Evaluasi program pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Chen, H. (2005). Practical programe evaluation, assessing and improving planning, implementation, and effectiveness. California: Sage Publications.

Rist, R.C., ed. (1999). Program evaluation and the management of government : pattens and prospects eight nations. New Jersey: Transaction Publishers.

Rossi, P. H., Lipsey, M. W., & Freeman, H. E. (2004). Evaluation: a Systematic Approach (7th ed.). California: Sage Publications.

Please follow and like us:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Suka dengan artikel ini? Please like and follow