E-Book… Apakah Itu?

Era milenial salah satunya ditandai dengan masyarakatnya yang digital native dengan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap keberadaan gadget dalam genggaman. Perangkat ini sangat dibutuhkan dalam mendukung rutinitas di segenap aspek kehidupan. Bekerja, bermain, belajar, bersosial, bahkan berpolitikpun tak bisa lepas dari perangkat new media ini. Salah satu kegiatan yang menjadi kebutuhan manusia adalah membaca yang tidak saja selalu berkonotasi khusus untuk belajar, namun lebih luas meliputi segala jenis dan tujuan membaca.

Dalam kondisi masyarakat digital ini bentuk bahan bacaan harus dapat mendukung mobilitasnya. Untuk itu perlu bahan bacaan yang lengkap namun ringkas. Misalnya dapat segera dimasukkan ke dalam kantong baju saat tiba-tiba hendak mengejar artis Korea yang lewat untuk diajak berswafoto, atau perlu referensi mendadak ketika sedang menyelam di dalam laut untuk memastikan jenis biota laut yang hendak diteliti. Kondisi ini umum dijumpai pada masyarakat digital native, sehingga kebutuhan buku dalam bentuk yang sesuai menjadi mutlak adanya. Kebutuhan ini akhirnya terpenuhi dengan hadirnya buku dalam format digital yang biasa dikenal dengan e-book. Apa itu e-book? Akan segera dibahas pada bagian selanjutnya.

Definisi E-Book

Secara bahasa e-book berasal dari kata bahasa Inggris yakni electronic dan book atau buku elektronik dalam istilah bahasa Indonesia. Menurut Oxford Living Dictionary, e-book dapat didefinisikan sebagai versi elektronik dari buku cetak yang dapat dibaca melalui komputer atau perangkat yang khusus dirancang untuk mengaksesnya. Definisi ini senada dengan pernyataan Nicolae Sfetcu, bahwa buku elektronik merupakan buku yang dipublikasikan dalam format digital yang mengandung teks, gambar, atau gabungan keduanya yang diproduksi, dipublikasikan dan dibaca melalui komputer atau perangkat elektronik pendukung lainnya (Sfetcu, 2014). Oghojafor secara lebih lengkap mendefinisikan e-book sebagai buku elektronik yang dapat diakses melalui PC, mobile device, atau perangkat elektronik lain yang telah dirancang khusus untuk mengakses e-book dengan lebih mudah. Berbagai perangkat penunjang e-book sangat memudahkan baik akses maupun mobilitas penggunanya, sehingga mereka dapat mengakses dan membawa e-book di mana saja, kapan saja, bahkan saat bepergian (Oghojafor, 2005). Selain itu buku dalam konten digital ini memungkinkan pengguna untuk membaca, mendengar, melihat (gambar/video), bahkan berinteraksi dalam satu format buku (Martin & Tian, 2010). Beberapa pendapat yang telah dinyatakan para ahli dapat ditarik suatu definisi e-book yang lebih komprehensif yakni bahwa e-book merupakan buku elektronik yang diproduksi dan dipublikasikan secara digital, memuat konten digital (teks, gambar, audio/video), sehingga memungkinkan pengguna dapat membaca, mendengar, menonton, bahkan berinteraksi dalam satu format yang dapat diakses melalui berbagai perangkat elektronik pendukung untuk memudahkan akses maupun mobilitas pengguna kapan saja dan di mana saja.

Alasan Memilih E-Book

Ada beberapa alasan yang membuat e-book menjadi pilihan utama jika dibandingkan dengan buku tercetak bagi masyarakat digital dewasa ini. Simpel, fleksibel namun powerfull, di antaranya sebagaimana disajikan dalam tabel berikut ini:

NoKriteriaBuku CetakE-Book
1Media Simpan (Oghojafor, 2005)Membutuhkan tempat/ruang besarSangat kecil. Batasannya hanya pada kapasitas memory perangkat
2Transliterasi ke Bahasa Lain (Sfetcu, 2014)Sulit menemukan buku yang sama dalam bahasa yang berbedaMudah menemukan karena versi bahasa yang berbeda, karena didukung oleh software dan jaringan komunitas yang luas
3Jenis Cetakan (Sfetcu, 2014; Oghojafor, 2005)Tidak dapat diubah-ubahDapat diakses sesuai keinginan dan kebutuhan pengguna (zoom, pilih ukuran font, layout)
4Akses (Sfetcu, 2014; Oghojafor, 2005)Terbatas (dalam gelap, di bawah air)Lebih luas, tergantung kemampuan perangkat pendukung
5Mobilitas (Sfetcu, 2014; Oghojafor, 2005)SulitSangat Mudah
6Update Informasi (Sfetcu, 2014; Oghojafor, 2005)Sangat lambat, menunggu revisi di cetakan berikutnyaSangat cepat, dapat langsung direvisi dan didownload sesuai perkembangan informasi yang terjadi
7Harga (Sfetcu, 2014; Oghojafor, 2005)Relatif lebih mahalRelatif lebih murah

Komponen E-Book

Pembahasan mengenai komponen e-book sangat tergantung pada berbagai kepentingan yang mendasari tujuan pembuatannya, seperti kepentingan ekonomi, bisnis, politik, pendidikan/pembelajaran, budaya, dan sebagainya. Landasan ini sangat mempengaruhi komponen e-book yang dipilih untuk digunakan sesuai tujuan yang hendak dicapai. Untuk kepentingan pembelajaran, komponen e-book tentu haruslah mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Ini berarti aspek pembelajaran menjadi mutlak harus diperhatikan sebagai komponen inti di samping komponen e-book yang lain secara umum. Walker & Hess (1984) memberikan kriteria pokok dalam melakukan review pengembangan media pembelajaran berbasis perangkat lunak berdasarkan kepada kualitas, yakni: kualitas isi dan tujuan, kualitas pembelajaran, dan kualitas teknis (Arsyad, 2003).

Mengembangkan e-book untuk pembelajaran tentulah dimaksudkan untuk menambah perbendaharaan materi pembelajaran peserta didik yang dapat diakses melalui perangkat elektronik seperti smartphone untuk bahan belajar di dalam maupun di luar kelas. Para pakar mewanti-wanti bahwa tujuan penggunaan e-book dalam pembelajaran hendaknya memberikan nilai tambah yang spesifik daripada sekedar menyajikan buku dalam konten digital tanpa maksud khusus. Misalnya untuk membantu peserta didik selalu mengikuti informasi aktual yang terjadi berkaitan dengan materi pembelajaran (Oghojafor, 2005), dan memudahkan peserta didik dalam memahami bahan bacaan (Marshall, 2010).

Penggunaan efek khusus sangat disarankan untuk membantu siswa berinteraksi dengan materi pembelajaran karena pada dasarnya peserta didik dapat lebih menikmati membaca buku yang “bertutur” padanya dari pada yang tidak. Selain itu fitur audio, video, atau penggabungan keduanya dapat menambah nilai interaksinya secara alami. Peserta didik yang mengakses e-book dengan tambahan konten seperti suara atau video dapat memahami materi yang terkandung di dalamnya daripada melalui membaca buku cetak (Oghojafor, 2005). Dengan demikian dapat dikembangkan komponen e-book untuk pembelajaran, sebagai berikut:

1. Isi dan Tujuan Pembelajaran

Untuk mendapatkan kualitas yang baik dari sebuah e-book harus diperhatikan kesesuaian isi materi dengan tujuan yang hendak dicapai. Beberapa pertanyaan penting yang mendasari pemilihan isi dan tujuan pembelajaran harus sesuai dengan aspek-aspek sebagai berikut (Walker & Hess, 1984 dalam Aryad, 2003):

  • Ketepatan
  • Kepentingan
  • Kelengkapan
  • Keseimbangan
  • Minat/perhatian
  • Keadilan
  • Kesesuaian dengan situasi peserta didik.

2. Kualitas Pembelajaran

Kualitas pembelajaran yang dikandung oleh suatu media mutlak harus diperhatikan karena menjadi kunci utama pengembangan yang akan dilakukan. Beberapa panduan yang dapat digunakan antara lain (Walker & Hess, 1984 dalam Aryad, 2003):

  • Memberikan kesempatan belajar
  • Memberikan bantuan untuk belajar
  • Kualitas memotivasi
  • Fleksibilitas pembelajarannya
  • Hubungan dengan program pembelajaran lainnya
  • Kualitas sosial interaksi pembelajarannya
  • Kualitas tes dan penilaiannya
  • Dapat memberi dampak baik bagi peserta didik
  • Dapat membawa dampak yang baik bagi guru dan fasilitator

3. Kualitas Teknis E-Book

Secara teknis ada kualitas yang harus dipenuhi oleh e-book untuk dapat dikatakan layak sebagai media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik e-book. Beberapa aspek kualitas tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Kemenarikan Sampul

Mampu menciptakan representasi visual dari isi buku agar calon pengguna tertarik dan memberikan perasaan bahwa yang akan diaksesnya benar-benar buku, bukan sekedar informasi tak terstruktur. Apa saja yang harus diperhatikan dalam sampul (Oghojafor, 2005):

  • Eye catching
  • Memancing perhatian
  • Mewakili isi yang terkandung dalam buku
  • Pemilihan warna disesuaikan dengan suasana yang ingin dihadirkan dari judul buku
  • Gunakan kombinasi merah, biru, hitam dan putih.
  • Selalu gunakan font yang kuat untuk mewakili judul.
  • Jangan gunakan lebih dari tiga jenis font yang berbeda pada sampul.
  • Sampul harus berisi setidaknya: (1) judul utama; (2) frase penjelas/sub judul; (3) nama pengarang, bisa ditambahkan URL e-book (yang singkat memuat domain utama saja).
  • Sampul hendaknya ringkas, tidak memuat banyak informasi.

b. Gaya Sajian

  1. Warna. Pilihan warna mempunyai peran penting terhadap kemampuan pengguna dalam merasakan dan akhirnya memutuskan mengakses materi. Tidak hanya nilai estetik, namun secara statistic sekitar 8% jumlah pria menderita buta warna. Jangan sampai pilihan warna menyulitkan pengguna dalam menjelajahi konten (Garrish & Gylling, 2013).
  2. Kontras. Pastikan kontras yang nyaman antara warna latar depan dan latar belakang untuk memberikan kenyamanan membaca. Tidak harus selalu hitam:putih, bahkan mungkin menjadi terlalu biasa dan tidak mempunyai nilai tambah. Yang harus diperhatikan adalah apapun pilihannya hindari menempatkan teks di atas latar belakang bertekstur kompleks. Juga hindari menumpuk bentuk-bentuk yang berbeda dalam warna yang sama, karena akan menyulitkan membaca (Garrish & Gylling, 2013).
  3. Luminosity/Kilauan. Pastikan untuk mengurangi dampak luminosity pada sajian konten. Menggunakan kombinasi dua warna terang atau gelap yang seimbang akan menyulitkan membaca, karena menjadi sulit untuk fokus pada salah satunya. Hal ini dapat dihindari jika pengguna diperkenankan mengganti warna latar depan atau latar belakang secara bebas, sehingga pengguna dapat memilih yang dirasa paling sesuai. Selain itu juga hindari menggunakan dua warna terang bersamaan (misalnya merah/hijau, biru/jingga, biru/hijau) karena juga akan menyebabkan efek yang disebut vibrasi visual, yang menyebabkan gambar tampak berkelap-kelip seperti bergerak-gerak (Garrish & Gylling, 2013).
  4. Layout. Gunakan layout yang tetap (fix layout) agar tidak berubah ketika ditampilkan pada perangkat. Layout yang tetap memang agak lebih berat karena harus melakukan embedding terlebih dahulu. Namun keuntungannya layout yang ditampilkan di perangkat akan sama dengan yang telah dirancang (Garrish & Gylling, 2013) .

c. Tipografi

  1. Hindari menggunakan huruf cetak tebal atau cetak miring pada seluruh badan teks. Namun demikian jika ada bagian dari teks yang akan dicetak tebal atau miring boleh dilakukan, di antaranya untuk memberi penekanan pada kata atau kalimat tertentu (Amazon.com, 2017).
  2. Hindari menggunakan badan teks yang berwarna. Jika ingin menandai beberapa bagian teks dengan warna, maka jangan gunakan warna yang terlalu terang ataupun terlalu gelap, karena tidak akan ditampilkan maksimal pada perangkat (Amazon.com, 2017).
  3. Badan teks hendaknya tidak mengandung latar belakang berwarna hitam atau putih, karena akan menimbulkan pengalaman buruk pada pengguna yang disebabkan terjadinya pengalaman membaca yang janggal. Kejanggalan ini terjadi karena latar belakang berwarna hitam atau putih itu akan nampak timbul tenggelam dan melelahkan mata (Amazon.com, 2017).
  4. Jangan terlalu memaksakan penggunaan font khusus pada badan teks. Font yang tidak biasa akan diterjemahkan berbeda oleh perangkat yang tidak mempunyai karakter font jenis khusus tersebut. Salah satu cara jika ingin menggunakan font khusus adalah melakukan embedding. Namun harus jelas kapan menggunakan font khusus tersebut, karena meng-embedd font berpengaruh pada besarnya file yang akan dihasilkan (Amazon.com, 2017).

d. Tabel

Pada beberapa perangkat, tabel tidak dapat dinampakkan karena membutuhkan kemampuan rendering yang kompleks dalam format digital. Karenanya sebaiknya tabel disajikan dalam format gambar. Namun penyajian tabel dalam bentuk gambar seringkali tidak optimal, dan sering buram dan tidak terbaca dengan jelas. Untuk itu dalam pertimbangan untuk menyajikan data dalam bentuk tabel hanya jika memang harus disajikan dan benar-benar membantu pemahaman pengguna terhadap materi (Garrish & Gylling, 2013).

e. Interaktivitas

  1. Navigasi. Fasilitas navigasi yang baik sangat dibutuhkan dalam sebuah e-book.  Pada dasarnya navigasi berhubungan dengan kemudahan pengguna dalam menjelajahi seluruh isi dari materi, melalui daftar isi, daftar tabel dan gambar, petunjuk-petunjuk, bahkan nomor halaman yang dikehendaki pengguna secara cepat, mudah, dan tepat (Garrish & Gylling, 2013). Apa saja yang harus terdapat dalam fasilitas navigasi dapat dijabarkan berikut: (a) Struktur Daftar Isi. Daftar isi maupun daftar-daftar apapun yang terdapat di e-book hendaknya dapat diakses secara mudah. Sehingga akan sangat baik jika pada struktur daftar isi dan daftar lainnya diberikan fasilitas hyperlink agar pengguna mudah mengakses dari konten yang dikehendakinya. (b) Label Navigasi. Peletakan label navigasi di seluruh antarmuka dokumen akan memudahkan pengguna untuk berinteraksi dengan e-book. Label-label navigasi dapat bermacam-macam bentuknya, misalnya bentuk tombol khusus, frase kata yang ter-link, dan sebagainya. Kesesuaian label dan ketepatan fungsinya menjadi penting agar pengguna tidak merasa terganggu dengan label navigasi. (c) Linking dan Referencing. Peserta didik dipersilahkan untuk memperbanyak bahan belajar yang direkomendasikan dipelajari lebih lanjut jika menginginkannya. Fasilitas lingking dan referencing sangat tepat untuk itu. Namun sebelumnya harus dicek dan dipastikan link dan referensi yang dimaksud telah layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Jangan sampai ada konten-konten negatif yang justru akan melemahkan belajar. (d) Clipping dan Bookmarking. Membuat kliping dan bookmark (penunjuk halaman buku) dalam suatu e-book dapat menjadi variasi pilihan interaksi pengguna dengan e-book berkenaan dengan gaya pengorganisasian materi belajarnya. Ada peserta didik yang senang mengumpulkan potongan-potongan informasi dalam halaman, ada juga yang langsung menandai halaman untuk dikaji lebih lanjut pada kesempatan lain.
  2. Efek Khusus/Multimedia. Efek khusus yang dimaksud dalam pengembangan e-book merupakan pengintegrasian beragam jenis media ke dalam e-book. Jenis media tersebut dapat berupa audio, video, atau gabungan keduanya (Garrish & Gylling, 2013; Oghojafor, 2005). Pemilihan multimedia untuk diintegrasikan dalam e-book tentu haruslah dilandasi oleh harapan untuk mendukung tercapainya pembelajaran yang baik. Untuk itu prinsip-prinsip desain multimedia mutlak harus diperhatikan. Pengembangan komponen ini dapat merujuk pada berbagai teori yang melandasi pengembangan multimedia pembelajaran seperti yang telah dikemukakan oleh Allesi & Trollip (2001), Smaldino, et.al (2014), ataupun Mayer (2009). Pembahasan komponen multimedia ini akan lebih difokuskan pada pertimbangan ketepatannya jika diintegrasikan dalam format e-book, bukan pada tinjauan mendasar mengenai komponen multimedia. Pembahasan lebih lanjut mengenai komponen multimedia akan di bahas dalam topik khusus multimedia pembelajaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengintegrasikan multimedia pada e-book, antara lain: (a) perlukah untuk mendukung materi, (b) kejelasan audio/video/animasi, (c) kecepatan loading, (d) besar file/dimensi, (e) terpisah atau dalam satu file, (f) kontrol pengguna, (g) pemilihan poster images dari video (sebelum video diputar).

f. Aksesibilitas

  1. Aksesibilitas terhadap modalitas pengguna. Dukungan aksesibilitas dalam pengembangan e-book hendaknya diperhatikan agar e-book yang dikembangkan dapat melayani khalayak secara luas. Aksesibilitas pada dasarnya berkenaan dengan kemampuan e-book dalam memberikan keluasan bentuk akses pada penggunanya (Garrish & Gylling, 2013). Keluasan akses ini tetap menjaga kualitas konten sehingga tidak mengurangi makna dari sajian materi. Kemampuan ini dapat dihadirkan dengan memperkuat tambahan fungsi khusus seperti sinkronisasi teks dan audio (media overlays) dan suara tiruan (syntethic speech enhancement). Sebagai contoh, pengguna dengan daya penglihatan lemah dapat mengganti mode dari visual ke mode taktil atau audio (Gunn, 2016).
  2. Usabilitas terhadap versi e-book. Kemampuan pengguna untuk mengakses e-book juga dipengaruhi kemampuan perangkat dan sistem. Terkadang fitur yang lebih lengkap tidak mampu diakses melalui perangkat tertentu sampai pengguna mengupgrade perangkatnya. Namun untuk mengupgrade perangkat relatif membutuhkan biaya yang besar. Oleh karenanya hendaknya disediakan versi yang lebih rendah (downgrade) dari sebuah e-book. Namun jika hal ini juga dirasa sulit, maka harus ada informasi pasti yang menjelaskan spesifikasi perangkat dan sistem yang dibutuhkan agar e-book dapat berjalan optimal (Garrish & Gylling, 2013).

g. Pengepakan Dokumen dan Metadata

Metadata bukan termasuk konten dalam e-book, namun menginformasikan kandungan e-book yang diorganisasi dalam pengepakan dokumen. Apa saja yang harus diperhatikan dalam mengisikan metadata:

  1. Mampu dibaca oleh berbagai perangkat pendukung akses e-book.
  2. Mencakup daftar pendek, seperti:
  • Pengidentifikasian terbitan (ISBN, DOI, hak cipta, dan sebagainya).
  • Judul terbitan, termasuk di dalamnya: (a) Judul utama-selalu ditampilkan pada sistem pelacakan referensi, (b) Sub judul-penjelas dari judul utama, (c) Short/kata kunci judul-versi singkat dari judul yang panjang untuk memudahkan mengenali buku, (d) Koleksi-informasi untuk membantu mengorganisasi e-book masuk di kelompok koleksi tertentu, (e) Edisi-tidak hanya menyebutkan nomor edisi ke berapa, namun menjelaskan perubahan yang mendasar dari edisi sebelumnya.
  • Bahasa yang digunakan dalam sajian konten.
  • Pengarang/Penyusun. Untuk menyebutkan siapa saja yang terlibat dalam penyusunan buku, termasuk penerjemah, peneliti, dan ilustrator.
  • Tanggal publikasi.
  • Sumber. Untuk menyebutkan jika e-book ini merupakan versi lain dari buku cetak yang telah diterbitkan.

Pemanfaatan e-book sebagai salah satu alternatif sumber belajar secara teoretis mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan buku cetak. Akan tetapi untuk dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran yang layak digunakan, ebook harus memenuhi kelayakan dari segi kualitas isi, pembelajaran, maupun teknis. Pembahasan ini lebih ditekankan pada segi teknis e-book yang menjadi karakteristiknya sebagai media. Komponen-komponen yang telah diidentifikasi dari berbagai sumber tentu masih perlu penambahan agar secara total dapat menjadi panduan para teknolog pembelajaran pada khususnya untuk mengembangkan e-book pembelajaran yang layak dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran.

Daftar Referensi

Amazon.com. (2017). Amazon Kindle Publishing Guidelines, 69. Retrieved from http://kindlegen.s3.amazonaws.com/AmazonKindlePublishingGuidelines.pdf

Allesi, S. M., & Trollip, S.R. (2001). Multimedia for Learning: Methods and Development 3rd edition. Boston: Allyn & Bacon

Arsyad, Azhar. (2003). Media Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada

Garrish, M., & Gylling, M. (2013). Optimize Your Digital Books, EPUB 3 Best Practices. (B. Sawyer, Ed.) (1st ed.). Sebastopol: O’Reilly.

Gunn, D. (2016). Accessible eBook Guidelines for Self-Publishing Authors Foreword, (January). Retrieved from http://www.accessiblebooksconsortium.org/export/abc/abc_ebook_guidelines_for_self-publishing_authors.pdf

Marshall, C. C. (2010). Reading and Writing the Electronic Book. Chapel Hill: Morgan & Claypool. https://doi.org/10.2200/S00215ED1V01Y200907ICR009

Martin, B., & Tian, X. (2010). Books , Bytes and Business. Farnham: Ashgate Publishing Limited.

Mayer, R. E. (2009). Multimedia Learning: Prinsip-Prinsip dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Oghojafor, K. (2005). E-Book Publishing Success. E-Book Publishing Success, xiii–xvi. https://doi.org/10.1016/B978-1-84334-099-7.50024-1

Oxford Living Dictionaries (en.oxforddictionaries.com/definition/e-book) diakses pada 10 Oktober 2017

Sfetcu, N. (2014). What is ebook? A guideline for free ebook publishing. diakses dari http://books.google.co.id. pada 10 Oktober 2017 Smaldino, et.al. (2014). Instructional technology & media for learning 9th edition. Jakarta: Kencana

Please follow and like us:

1 komentar untuk “E-Book… Apakah Itu?”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Suka dengan artikel ini? Please like and follow